Prolog: DC Bangkit Kembali Lewat Superman
Tahun 2025 menjadi tahun yang monumental bagi pecinta dunia superhero. Setelah bertahun-tahun DC Comics kehilangan arah dalam membangun semesta filmnya, kini hadir babak baru yang lebih terarah, matang, dan menjanjikan—dimulai dengan film Superman (2025) yang resmi dirilis pada 11 Juli 2025.
Di tangan kreatif James Gunn, DC Universe yang baru (DCU) tidak sekadar melakukan reboot, tapi menawarkan fondasi naratif yang segar dan menyeluruh. Superman bukan hanya tokoh pembuka—dia adalah simbol harapan bahwa DC bisa bangkit kembali.
🦸♂️ Superman 2025: Bukan Origin Story, Tapi Re-Entry
Film ini memperkenalkan Clark Kent (David Corenswet) sebagai Superman yang telah aktif selama tiga tahun. Tidak ada adegan Krypton meledak atau masa kecil di Smallville. Sebaliknya, kita langsung diajak menyelami kehidupan Clark yang tengah belajar menyeimbangkan identitas manusianya dan warisan dari Krypton.
Superman di sini adalah figur idealis yang berusaha tetap baik dalam dunia yang penuh manipulasi, propaganda, dan teknologi yang tak terkendali. Ini adalah Superman for our time—pahlawan yang lembut namun tangguh, emosional namun tegas.
Pahlawan-Pahlawan Baru: DCU Bukan Lagi Milik Superman Sendiri
Uniknya, film ini juga memperkenalkan beberapa karakter penting dari DC Universe:
- Mr. Terrific: Sosok ilmuwan cerdas dengan kecakapan strategi tinggi.
- Metamorpho: Pahlawan dengan kekuatan transformasi kimia.
- Hawkgirl: Prajurit tangguh dengan latar belakang mitologi luar angkasa.
- Green Lantern (Guy Gardner): Anggota korps galaksi dengan sikap keras kepala tapi setia.
- Krypto: Anjing super dari Krypton—ikonik, lucu, dan emosional.
Karakter-karakter ini bukan sekadar “cameo”. Mereka adalah bagian dari pondasi awal DCU yang nantinya akan saling terhubung secara sinematik maupun tematis.

Bagian dari Rencana Besar: Chapter 1 – Gods and Monsters
Superman (2025) adalah proyek pembuka dari DCU Chapter 1: Gods and Monsters. Meski serial animasi Creature Commandos tayang lebih dulu, Superman tetap diposisikan sebagai pembuka film live-action utama.
Berikut adalah proyek-proyek besar selanjutnya:
- 🎞️ Peacemaker Season 2
- 🚀 The Authority
- 🌌 Supergirl: Woman of Tomorrow
- 💡 Booster Gold
Strategi James Gunn sangat berbeda dari Marvel. Ia lebih menekankan “cerita yang berdiri sendiri namun tetap terhubung”. Setiap film memiliki identitasnya sendiri, tidak hanya sebagai pengantar crossover besar.
Reboot atau Evolusi?
Pertanyaan besar: apakah ini reboot penuh?
Jawaban singkatnya: sebagian besar ya, sebagian lagi tidak.
Karakter seperti Superman dan Lex Luthor di-casting ulang. Tapi aktor seperti Viola Davis (Amanda Waller) dan John Cena (Peacemaker) tetap lanjut. Ini membuat DCU baru terasa familiar namun tetap segar.
Alih-alih merombak total, Gunn menyebutnya sebagai reboot kreatif—mengambil apa yang baik dari masa lalu dan membangun narasi baru yang lebih terstruktur.
Penutup: Ini Baru Awal
Superman (2025) bukan hanya film tentang alien berkekuatan super. Ia adalah fondasi dari seluruh proyek sinematik DC yang akhirnya memiliki arah jelas. Sosok Superman yang hangat, penuh empati, dan tetap menjunjung harapan menjadi simbol dari visi baru DC Studios.
Di tangan James Gunn, DCU bukan hanya akan menyaingi semesta lain, tapi mungkin melampauinya—dengan cerita yang lebih manusiawi, karakter yang kompleks, dan semesta yang dibangun dengan cinta, bukan terburu-buru.