Iblis dalam Kandungan 2 – Deception adalah sekuel dari film horor Indonesia Iblis dalam Kandungan (2022), yang sebelumnya berhasil menjadi sleeper hit dengan perolehan hampir 500.000 penonton. Film ini kembali mengusung tema horor supernatural yang berfokus pada pemujaan iblis dan tumbal, yang sudah menjadi ciri khas dalam genre horor lokal.
Sinopsis: Teror di Rumah Sakit Misterius
Film ini melanjutkan kisah Amelia (diperankan oleh Widi Mulia), yang sedang menanti kelahiran anaknya setelah mengalami gangguan supernatural dalam film pertama. Karena dokter kandungannya pindah rumah sakit, Amelia harus bersedia dirawat di rumah sakit baru yang lokasinya lebih terpencil. Namun, rumah sakit tersebut memiliki aturan aneh: keluarga pasien tidak diperbolehkan menemani pasien yang dirawat, termasuk ibu hamil.
Keanehan semakin terasa ketika Amelia mulai mengalami kejadian-kejadian mistis yang mengingatkannya pada ancaman yang pernah ia alami sebelumnya. Dengan latar rumah sakit yang kumuh dan penuh rahasia, Amelia harus menghadapi kengerian yang lebih besar dari yang ia bayangkan.
Kelebihan Film: Horor Atmosferik dengan Eksekusi yang Lebih Baik
- Pembangunan Atmosfer yang Menegangkan
Film ini tidak langsung dipenuhi dengan adegan jump scare, tetapi lebih berfokus pada pembangunan atmosfer mencekam. Dalam 30 menit pertama, hanya ada dua jump scare, salah satunya bahkan hanya false alarm. Pendekatan ini lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan kejutan berisik. - Sinematografi dan Desain Produksi yang Mendukung Suasana Horor
Penggunaan pencahayaan redup dan latar rumah sakit yang kumuh memperkuat nuansa horor. Meskipun ada beberapa kejanggalan dalam desain set, seperti saklar lampu yang berkarat meskipun dikatakan “cantik”, secara keseluruhan film ini tetap mampu menghadirkan suasana yang mencekam. - Peningkatan Kualitas dari Film Pertama
Deception berusaha menghadirkan sekuel yang lebih baik dibanding film pertamanya. Sutradara Johansyah Jumberan, yang juga menangani Saranjana: Kota Ghaib, menerapkan pendekatan serupa dalam membangun ketegangan dan eksplorasi mitologi.
Kekurangan Film: Alur yang Masih Menyisakan Banyak Pertanyaan
- Karakter yang Kurang Logis dalam Menghadapi Teror
Meskipun Amelia sudah mengalami gangguan supernatural di film pertama, ia tampak tidak terlalu khawatir atau curiga ketika harus dirawat di rumah sakit yang mencurigakan. Begitu pula dengan beberapa karakter lain yang terlihat kurang responsif terhadap situasi aneh yang terjadi di sekitar mereka. - Beberapa Lubang dalam Penceritaan
Ada beberapa elemen yang kurang mendapat penjelasan, seperti bagaimana seorang karakter yang sudah tua dan sakit-sakitan bisa berkomunikasi dengan roh, atau perubahan sikap polisi di bagian akhir film yang terasa mendadak. Hal-hal ini membuat alur cerita terasa kurang solid. - Adegan yang Terlalu Panjang dan Berulang
Beberapa adegan terasa terlalu lama, seperti saat karakter berjalan di lorong atau mencari sesuatu di dekat kuburan. Hal ini seolah mengikuti anggapan bahwa semakin lama adegan berlangsung, semakin kuat atmosfer horornya, padahal terkadang malah membuat film terasa lambat.
Kesimpulan: Layak Ditonton, tapi Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi
Secara keseluruhan, Iblis dalam Kandungan 2 – Deception memiliki peningkatan dari segi eksekusi dibanding film pertamanya. Dengan atmosfer yang lebih terasa, penceritaan yang lebih tertata, dan penggunaan jump scare yang tidak berlebihan, film ini layak untuk ditonton bagi penggemar horor lokal. Namun, masih ada beberapa kelemahan dalam penceritaan dan pengembangan karakter yang membuatnya belum bisa dikatakan sebagai film horor yang groundbreaking.
Sudah menonton film ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar.